Minggu, 08 April 2012

Ph MINUMAN BERSODA


LAPORAN PRAKTIKUM
1.      Judul                     : pH Minuman Bersoda
2.      Tujuan                  : Untuk menentukan pH pada beberapa minuman bersoda.
3.      Tinjauan Teoritis : pH Larutan
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.
Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz(yang juga berarti pangkat)[3], dan ada pula yang merujuk pada kata potential. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif".
Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa ataualkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmupangan, rekayasa (keteknikan), danoseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah.
Umumnya indikator asam-basa sederhana yang digunakan adalah kertas lakmus yang berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila keasamannya rendah.Selain menggunakan kertas lakmus, indikator asam basa dapat diukur dengan pH meter yang bekerja berdasarkan prinsip elektrolit /konduktivitas suatu larutan.
Indikator universal, yakni indikator yang punya warna standar yang berbeda untuk setiap nilai pH 1 - 14. Fungsi indikator universal adalah untuk memeriksa derajat keasaman (pH) suatu zat secara akurat. Mat yang termasuk indikator universal adalah pH meter yang menghasilkan data pembacaan indikator secara digital.
p[H]
Menurut definisi asli Sørensen , p[H] didefinisikan sebagai minus logaritma konsentrasi ion hidrogen. Definisi ini telah lama ditinggalkan dan diganti dengan definisi pH. Adalah mungkin untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen secara langsung apabila elektrode yang digunakan dikalibrasi sesuai dengan konsentrasi ion hidrogen. Salah satu caranya adalah dengan mentitrasi larutan asam kuat yang konsentrasinya diketahui dengan larutan alkali kuat yang konsentrasinya juga diketahui pada keberadaan konsentrasi elektrolit latar yang relatif tinggi. Oleh karena konsentrasi asam dan alkali diketahui, adalah mudah untuk menghitung ion hidrogen sehingga potensial yang terukur dapat dikorelasikan dengan kosentrasi ion. Kalibrasi ini biasanya dilakukan menggunakan plot Gran Kalibrasi ini akan menghasilkan nilai potensial elektrode standar, E0, dan faktor gradien, f, sehingga persamaan Nerstnya berbentuk
E = E^0 + f\frac{RT}{nF} \log_e[\mbox{H}^+]
Persamaan ini dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi ion hidrogen dari pengukuran eksperimental E. Faktor gradien biasanya lebih kecil sedikit dari satu. Untuk faktor gradien kurang dari 0,95, ini mengindikasikan bahwa elektrode tidak berfungsi dengan baik. Keberadaan elektrolit latar menjamin bahwa koefisien aktivitas ion hidrogen secara efektif konstan selama titrasi. Oleh karena ia konstan, maka nilainya dapat ditentukan sebagai satu dengan menentukan keadaan standarnya sebagai larutan yang mengandung elektrolit latar. Dengan menggunakan prosedur ini, aktivitas ion akan sama dengan nilai konsentrasi.
Perbedaan antara p[H] dengan pH biasanya cukup kecil. Dinyatakan bahwa[11] pH = p[H] + 0,04. Pada prakteknya terminologi p[H] dan pH sering dicampuradukkan dan menyebabkan kerancuan.
4.      Alat                        :
ü  Beaker glass
ü  Indikator Universal
5.      Bahan                    :
ü  Coca cola
ü  Fanta
ü  Sprite
ü  Pepsi
ü  Tebs
ü  Adem sari
ü  Kratindeng

6.      Cara Kerja           :
a)    Tuangkan minuman bersoda ke dalam masing – masing beaker glass, lalu beri label pada masing – masing beaker glass sesuai nama bahan yang digunakan.
b)   Celupkan indikator universal ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda tersebut.
c)    Kemudian cocokkan dengan skala pH. Amati dan catatlah pH pada minuman – minuman bersoda tersebut.
d)   Lakukan percobaan tersebut pada minuman bersoda lainnya dengan indikator yang berbeda.

7.      Hasil Pengamatan:
No.
LARUTAN
pH
KETERANGAN
1
Coca cola
2
Asam Kuat
2
Fanta
3
Asam Kuat
3
Sprite
3
Asam Kuat
4
Pepsi
3
Asam Kuat
5
Tebs
4
Asam Lemah
6
Asem sari
6
Asam Lemah
7
Kratindeng
4
Asam Lemah


8.      Pembahasan         :
µ  Coca cola
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda coca cola. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal coca cola yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 2.
µ  Fanta
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda fanta. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal fanta yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 3.
µ  Sprite
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda sprite. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal sprite yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 3.
µ  Pepsi
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda pepsi. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal pepsi yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 3.
µ  Tebs
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda tebs. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal tebs yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 4.


µ  Adem Sari
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda adem sari. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal adem sari yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 6.
µ  Kratindeng
Mula – mula 1 indikator universal dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi minuman bersoda kratindeng. Lalu diangkat  dan dicocokkan dengan skala pH yang ada. Maka warna indikator universal kratindeng yang kami cocokkan dengan skala pH memiliki pH yaitu 4.

Manfaat minuman bersoda, antara lain:
1.      Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .
2.      Untuk membersihkan radiator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Karat akan rontok bersamaan dengan air tersebut.
3.      Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil:
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola .
4.       Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.
5.      Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.
6.      Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.

Resiko meminum minuman bersoda, antara lain:
1. Menaikkan berat badan
Minum satu kaleng soda tiap hari dalam sebulan akan menaikkan berat badan sebanyak setengah kilogram.

2. Tidak ada nilai gizi dalam soda
Saat kehausan atau setelah berpuasa, tubuh membutuhkan cairan yang bernutrisi. Sedangkan soda tak memiliki nilai gizi di dalamnya. Minuman ini hanya akan menjadi ‘limbah’ dalam tubuh.

3. Meningkatkan risiko diabetes
Tingginya kadar gula dalam soda mampu meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

4.Soda dapat menyebabkan osteoporosis
Bila meminum soda dengan kandungan kalsium rendah, Anda bisa terkena keropos tulang atau osteoporosis.

5. Soda merusak gigi
Kandungan senyawa soda mengikis dan merusakkan lapisan enamel gigi. Sehingga gigi mudah berlubang dan rusak.

6. Soda dikaitkan dengan kerusakan ginjal
Orang yang minum soda berisiko lebih besar terkena batu ginjal serta kerusakan pada ginjal.

7. Memicu penyakit maag
Soda menjadikan peminumnya berpeluang lebih besar terkena dan memperparah penyakit maag.


8. Soda menimbulkan dehidrasi
Kadar kafein dan gula dalam soda dapat menyebabkan tubuh dehidrasi.
9. Soda mengacaukan sistem pencernaan
Asam dalam soda tidak bereaksi dengan baik dengan sistem pencernaan.

10. Diet soda berbahaya
Soda diet mengandung pemanis buatan aspartam yang diakitkan dengan beberapa gangguan seperti fenilketonuria.
9.      Kesimpulan           :
Kesimpulan yang saya dapat dari praktikum ini yaitu:
¯  Bahwa minuman bersoda itu adalah larutan yang bersifat asam.
¯  Yang termasuk dalam larutan asam kuat yaitu: Coca cola, Sprite, Fanta, dan Pepsi.
¯  Yang termasuk dalam larutan asam lemah yaitu: Tebs, Adem Sari, dan Kratindeng.

10.  Daftar Pustaka     : http://id.wikipedia.org/wiki/PH

Selasa, 03 April 2012

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI


PEMBAHASAN
A.   Defenisi
š Apa yang dimaksud dengan Ilmu Pengetahuan dan teknologi?
Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana pengujian kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku system
Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya.
š Apa gereja itu?
Gereja adalah suatu persekutuan atau suatu individu  yang percaya kepada Tuhan Yesus.
š Adakah kaitan antara Ilmu Pengetahuan & Teknologi dengan Gereja?
Teknologi sangat berkaitan erat dalam gereja karena gereja dan teknologi harus berjalan selaras dan sesuai dengan pandangan Tuhan yaitu Alkitab.

B.   Perkembangan Teknologi Informasi
Manusia diciptakan oleh Allah bukan hanya sebagai makhluk individual tapi juga mahluk sosial. Di samping sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan utamanya, maka sebagai mahluk sosial manusia juga membutuhkan komunikasi dengan sesamanya. Itulah sebabnya maka manusia mencari dan menciptakan sistem serta alat untuk saling berhubungan, mulai dari melukis bentuk (menggambar) di dinding gua, isyarat tangan, isyarat asap, isyarat bunyi, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan cara komunikasi yang lebih canggih seperti menggunakan telepon dan internet.
Teknologi Informasi (selanjutnya disingkat TI) sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi dan komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan TI, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif). Salah satu peralatan penting di bidang teknologi informasi ini adalah komputer. Setiap mesin yang mampu menerima data, memproses data, menyimpan data, dan menghasilkan bentuk keluaran berupa teks, gambar, simbol, angka dan suara dapat dikategorikan sebagai komputer. Dan salah satu bentuk perkembangan teknologi informasi yang berkaitan erat dengan komputer adalah internet.
Internet adalah sebuah dunia maya jaringan komputer (interkoneksi) yang terbentuk dari milyaran komputer di seluruh dunia. Dimulai pada pertengahan tahun 1970'an pada masa perang dingin dan mencapai puncaknya pada tahun 1994, ketika interface grafis dan konten/isi dari jaringan tersebut diciptakan dan diperuntukan kepada masyarakat umum sehingga dapat dipergunakan secara lebih mudah. Internet memungkinkan kita untuk menghilangkan hambatan jarak dan waktu dalam mendapatkan informasi. Dari segi ekonomi, internet merupakan sebuah jawaban yang sangat efisien, efektif dan relatif murah jika dibandingkan dengan hasil yang akan didapat.
Sejak diperkenalkannya kepada dunia pada tahun 1972-1973, penggunaan internet pun meluas tidak hanya pada kalangan khusus saja (militer pada saat itu). Seiring dengan perkembangannya, orang-orang yang memanfaatkan Internet membuat sebuah sistem yang memudahkan peng-akses-an internet oleh masyarakat luas. Sistem ini juga memungkinkan adanya peluang bisnis dalam bidang ini. Hal ini ditandai dengan didirikannya provider (penyedia layanan) internet sampai warnet (warung internet).
TI adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, untuk menghasilkan informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Perkembangan TI dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi TI adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
Perkembangan TI memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.


C.   IPTEK Dalam Pandangan Iman Kristen
 Adakah IPTEK dalam Alkitab?
Pertama, dalam sejarah air bah dengan jelas bahwa Allah memerintahkan Nuh membuat  kapal untuk  menyelamatkan ia dan keluarganya dari kebinasaan akibat air bah dan kebobrokan moral dunia pada waktu itu. Dimensi ruang dalam kapal ataupun bahan telah ditentukan oleh Allah (Kej 6:14-15). 
Kedua, ketika Musa diperintahkan untuk membuat Kemah Suci (Kel 25:9), Allah sendiri telah menjadi arsitek yang merencanakan ruang-ruang, dimensi dan bahan untuk kemah suci tersebut (Kel 25:1-27:21).  Kemudian kita membaca bahwa kemuliaan Allah memenuhi Kemah Suci tersebut (Kel 40:35).
Ketiga, tentang Bait Suci dan istana yang dibangun oleh Salomo (1 Raj 7-8).  Dari contoh-contoh di atas dapat dilihat bahwa Allah tidak pernah menghalangi ataupun menutup segala perkembangan IPTEK.  Kita pun melihat dalam contoh-contoh ini bahwa setiap teknologi selalu di kaitkan dengan keselamatan dan maksud Allah terhadap manusia dan dunia.

Akan tetapi di sisi lain, kita akan melihat bahwa Allah juga menentang setiap penciptan teknologi yang bermotivasikan kebesaran diri, kelompok, ataupun bangsa.  Beberapa contoh dapat saya ketengahkan sebagai berikut:

Keempat, ketika Allah memporak-porandakan Babel (Kej 11:1-9), yang ditentang bukanlah pendirian kota dan menara Babelnya tapi motivasi mereka yang mencari nama dan ingin menyamai Allah (Kej 11:4).

Kelima, kemewahan, gemerlap teknologi di zaman Salomo dapat menyebabkan dia banyak mengoleksi wanita asing sehingga dia kemudian jatuh kepada penyembahan berhala (1 Raj 11:1-13).

Keenam, Ketika murid-murid menunjuk pada bangunan Bait Suci, Yesus mengatakan bahwa bangunan tersebut akan diruntuhkan (Mat 24:1-2). 

Ketujuh, Tuhan Yesus juga menentang penyalahgunaan fungsi Bait Suci yang dibangun selama empat puluh enam tahun menjadi arena komersil (Yoh 2:16).

Dari tinjauan Alkitab ini bisa disimpulkan bahwa IPTEK telah dimulai sejak awal sejarah manusia.  Manusia memiliki daya cipta IPTEK karena dia diciptakan sebagai gambar Allah dan sebagai pribadi yang berakal budi.  Allah sendiri adalah pencipta alam semesta, pendorong dan pencetus ide terhadap lahirnya IPTEK. Kita harus ingat bahwa Yesus sendiri adalah tukang kayu (Mrk 5:3). Ia adalah seorang yang mengerti pondasi dan mekanika tanah (Mat 7:24-27).  Allah tidak pernah membatasi daya cipta dan kreasi manusia akan IPTEK. Namun perlu juga dicatat bahwa ide dan tujuan penciptaan IPTEK dan produknya oleh manusia akan dipengaruhi oleh pandangan-pandangannya terhadap Allah, manusia dan alam semesta.

D.   Hasil-hasil IPTEK dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Manusia
Secara ringkas dapat disebutkan hasil positip dan hasil negatip dari IPTEK.  Secara positip, hasil dan penemuan teknologi telah banyak memberikan manfaat dan kemudahan bagi umat manusia. Bila pada masa lalu seorang perencana bangunan bertingkat memerlukan  berhari-hari ataupun berbulan-bulan dalam melakukan perhitungan-perhitungan struktur, kini dengan bantuan software bisa dilakukan dengan waktu kurang dari seminggu dalam kondisi ketelitian dan ketepatan yang jauh lebih tinggi.  Demikian pula perkembangan teknologi dalam dunia kedokteran telah banyak membantu analisis dan penangan pasien secara lebih tepat dan cermat.
Dengan perkembangan video, TV, antene parabola, satelit komunikasi, komunikasi antarkota, antarpulau dan bahkan antarbenua bukan merupakan suatu kesulitan yang besar.  Penginjilan pun dapat dilakukan dengan mudah memakai hasil-hasil teknologi tersebut.  Revolusi dalam teknologi transportasi seperti pesawat terbang, kereta listrik, kapal laut ataupun perkembangan mobil, telah memungkinkan suatu perjalanan yang cepat, aman dan nyaman.  Dunia rumah tangga juga mengalami terobosan teknologi yang revolusioner, alat dapur, mesin cuci sampai pemotong rumput telah banyak membantu manusia dalam menghemat waktu dan tenaga dalam tugas-tugas rumah tangga.
Namun demikian harus pula kita akui bahwa di samping keuntungan-keuntungan kita dapati pula kerugian-kerugiannya dari hasil perkembangan IPTEK. Beberapa krisis yang dapat timbul, misalnya, sebagai dampak IPTEK adalah:
Pertama, krisis sosial-ekonomi. Perkembangan teknologi yang cepat akan memacu para produsen untuk terus mengadakan pembaruan terhadap produknya agar mereka bisa menguasai pasar dan memiliki daya saing yang kuat di pasaran.  Ambilnya contoh suatu produk komputer dan software pada IBM-PC, hampir setiap tahun mereka selalu menawarkan pembaruan dan produk baru.  Akibatnya, masyarakat mau tidak mau juga harus dipacu untuk terus hidup mengikuti perkembangan teknologi.  Untuk mengikuti perkembangan teknologi perlu suatu biaya yang tidak kecil, sehingga hanya mereka yang memiliki finansial yang kuat sajalah yang akan dapat mengambil manfaat dari perkembangan teknologi tersebut.  Di sisi lain, kemajuan teknologi juga banyak mengurangi tenaga manusia untuk diganti dnegan tenaga mesin, sehingga krisis pengangguran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu era teknologi.
Kedua, krisis media.  Kemajuan dalam setiap produk teknologi telah memungkinkan nilai-nilai yang amoral seperti ide-ide pornografi, kekejaman dan sadistis dapat disalurkan dan dinikmati melalui TV, video, disket komputer dan lain-lain, secara sempurna.  Kenyataan ini secara tidak langsung telah menawarkan model-model keriminalitas dalam suatu masyarakat, sehingga mereka didorong melakukan hal yang sama, sehingga, bukanlah hal yang mustahil bila masyarakat memasuki "nilai-nilai" yang disesuaikan dengan teknologi yang ada.  Sebagai contoh, hubungan seks tanpa nikah saat ini merupakan hal yang normal bagi masyarakat karena mereka banyak melihat model baik melalui koran, televisi ataupun film, baik dari luar maupun dalam negeri.  Lebih dari itu televisi menjadikan manusia memiliki hobi baru, yaitu sebagai penonton; sedangkan waktu-waktu utnuk berdoa, bekerja menjadi terabaikan karena acara-acara televisi lebih menarik perhatian.
Ketiga, krisis mental.  Manusia menjadi egois, tak pernah memperhatikan orang lain, memburu kemewahan dan kekayaan, memandang rendah agama.  Mentalitas lain yang berkembang dalam era teknologi saat ini adalah mental kompromi, suatu mental yang  menginginkan  berpijak  pada  dua dunia sekaligus.  Mentalitas yang menerima dan berbuat kenyataan yang salah meskipun dia mengetahui hal itu bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran.  Inilah suatu era di mana banyak orang Kristen kehilangan wajahnya sebagai orang percaya!

E.   TUGAS PENDIDIKAN KRISTEN
Dengan mencermati pengaruh teknologi pendidikan melalui media televisi (sebagai salah satu contoh konkrit) sebagai hasil dari perkembangan teknologi komunikasi, dimana telah dibuktikan oleh para peneliti munculnya dampak negatif terhadap perilaku anak, dimana anak jadi the gimmees, pengeksploitasian kekerasan, seksualitas, dan sikap serba materi, mengidolakan atau bahkan memuja tokoh-tokoh TV yang tidak sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai Kristen, sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka adalah salah satu tugas pendidikan Kristen untuk menanggulangi dan menjembatani dari dampak baik dan buruknya sebuah teknologi pendidikan secara khusus dalam konteks media televisi.
Berikut ada tiga usulan saya yang dapat dilakukan oleh pendidikan Kristen dalam menanggulangi dampak negatif dari teknologi dan dalam menjembatani hadirnya teknologi pendidikan di tengah-tengah generasi-generasi Kristen. Ketiga usulan saya tersebut adalah:
Pertama, pendidikan Kristen harus bersifat “gereja sentris”. Maksudnya, pendidikan Kristen harus menjadi perpanjangan tangan gereja sebagai “agen” Allah di dunia ini untuk memproklamasikan Injil kerajaan Allah yang bersifat holistik (Mat. 28:19-20). Pendidikan Kristen harus menjadi pelaku pemberita Injil, menjadikan para peserta didik murid Tuhan Yesus. Yang kita ajarkan adalah firman Tuhan. Firman Tuhan yang mengajarkan manusia “imago Dei” Allah (Kej. 1:26-27). Namun dosa telah “merusak hubungan” manusia dengan Allah, dengan sesama dan dengan dirinya sendiri (Kej. 3). Oleh sebab itu kemanusian anak didik harus di bawa kepada Yesus untuk memulihkan kembali hubungannya dengan Allah, dimana Yesus menjadi berita kabar baik yang menjiwai seluruh kegiatan pembelajaran: “Yesus sebagai rahmat Allah bagi manusia berdosa untuk menerima pengampunan dosa. Dimana Yesus telah mati di kayu salib untuk memberikan pengampunan dosa dan bangkit pada hari ketiga, sesui dengan kitab suci dan nubuat kitab para nabi” (1 Kor. 15:3-5). Pendidikan harus berusaha membawa pendidik dan peserta didiknya belajar, yaitu belajar semakin mengenal Allah dalam berbagai aspek hidupnya.
Pendidikan Kristen harus merubah penekanannya kepada misi. Tanpa misi penginjilan, saya rasa sebaik apapun kurikulum dan strategi pembelajaran yang diterapkan, anak didik tidak akan pernah dapat keluar dari dampak-dampak buruk yang dilahirkan oleh teknologi pendidikan media massa dan komunikasi dan media-media yang lainnya. Kalau pun dapat ditanggulangi, solusinya tidak akan jauh dari usaha-usaha memisahkan anak-anak didik dari teknologi itu sendiri, alias kembali menempuh jalan kehidupan membiara dan atau monastisisme belaka. Menolak teknologi dan anti modernitas.
Kedua, pendidikan Kristen harus berorientasi pada formasi Spritual dari pada berorientasi pada ilmu pengetahuan belaka (baca: mengkopi ulang pengetahuan guru kepada murid).
Salah satu bidang yang paling produktif dari pelayanan rohani adalah formasi spritual, secara khusus formasi spritual yang berhubungan dengan anak-anak. Karena spektrum yang luas dari permasalahan orang dewasa adalah kegagalan menggenapi kebutuhan dasar dari anak-anak. Usia anak yang paling menentukan dalam pembentukan spritual adalah anak yang berada di bawah duabelas tahun. Secara khusus yang paling menentukan dimulai sejak dari masa pembentukan anak dalam rahim ibunya. Formasi Spritual anak-anak harus dimulai setelah anak di Injili.
Pondasi Alkitab Alkitab dari formasi spritual adalah proses perubahan bentuk secara terus-menerus sehingga menjadi sama dengan Kristus.  Tugas formasi spritual adalah proses mencapai tujuan kedewasaan rohani. Kedewasaan rohani dicapai ketika seorang Kristen secara terus-menerus menunjukkan kasih karunia Allah. Kedewasaan rohani bukanlah sesuatu yang statis atau status akhir di mana seorang Kristen sudah mencapai kesempurnaan. Jadi defenisi dari formasi spritual adalah suatu proses yang disengaja, bersegi, perubahan bentuk sebagaimana Kristus membentuk kita sehingga kita dapat menjadi seperti diri-Nya secara terus menerus seperti Kristus mematangkan para murid (band. Mat. 5:8; Flp. 3:12, 15).
Ketiga, guru-guru Kristen harus menjiwai roh mentoring bagi peserta didiknya.  Mentoring, dimaksudkan sebagai usaha pembentukan ulang kehidupan berdasarkan Alkitab. Hal ini tampak dalam Efesus 4:15, dimana kita didorong untuk “di dalam segala sesuatu bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala.”
Guru hendaknya didorong terlibat dalam hubungan-hubungan dengan anak didiknya  sebagai: (1) model peran. Guru bukan hanya ‘membicarakan’ bagaimana hidup saleh, melainkan menunjukkan secara langsung bagaimana sebenarnya hidup saleh itu; (2) pengasuh. Menyiratkan suatu proses pengembangan dimana guru mampu mengenali kemampuan, pengalaman, kedewasaan psikology peserta didik yang sedang diasuhnya; (3) kepedulian. Menunjukkan kemampuan guru mengungkapkan perasaan keakraban, rasa hormat, integritas
DAFTAR PUSTAKA


š http://feddyance-ely.blogspot.com/2011/07/iptek-dalam-pandangan-kristen.html
š http://www.stt-kharisma.org/index.php?option=com_content&view=article&id=21%3Ateknologi-informasi-untuk-pendidikan-agama-kristen&catid=5%3Aartikel-pendidikan&Itemid=16
š http://www.freewebs.com/mikhaelministry/Iptek%20dan%20Iman%20Kristen.htm